Jual Boiler Heater Asphalt Mixing Plant

THERMAL OIL HEATER – ASPHALT MIXING PLANT

 Thermal Oil Heater adalah mesin penghasil panas dan lebih berfungsi sebagai penghantar panas dengan mempergunakan media Oli di dalam pipa yang dirancang spiral didalam tabung/tangki pemanas yang didesain sedemikian rupa yang kemudian dipanaskan api yang bersumber dari burner dengan bahan bakar tertentu. Nilai kalori yang dihasilkan oleh thermal oil ini bisa mencapai lebih dari 300 °C. 

Mesin penghasil panas biasanya didapatkan dari heater dengan mempergunakan energi listrik. Namun karena penggunaan energi panas untuk jangkauan Industri perusahaan/pabrik yang dibutuhkan sangat besar, maka thermal oil menjadi solusi. Hal ini berdasarkan pertimbanhan biaya konsumsi perbandingan antara biaya listrik dan bahan bakar untuk thermal oil. Bisa dibayangkan, berapa banyak energi listrik dan biaya yang

harus dikeluarkan pabrik untuk PLN jika pemanas mempergunakan listrik.

Kebanyakan perusahaan yang memanfaatkan energi panas menggunakan mesin Boiler (Ketel Uap/steam). Padahal tidak semua penghasil panas harus bersumber dari boiler. Banyak perusahaan yang memerlukan mesin penghasil panas menggunakan boiler, padahal tidak memerlukan steam/uap panas dalam proses produksi mereka. Boiler menghasilkan uap panas yang mengandung butiran air (saturated steam) dengan suhu mencapai 180°C, sedangkan thermal oil hanya menghasilkan udara panas mencapai 300°C bahkan lebih. Hal ini harus menjadi bahan pertimbangan, apakah harus memilih thermal oil atau boiler.

Thermal oil di desain secara horizontal dan ada juga desain vertical (berdiri). Desain Vertikal menghemat ruangan dan sangat efisien sedangkan desain horizontal memudahkan dalam perawatan dan pengoprasian.  Namun, untuk ukuran thermal oil yang cukup besar, rata-rata didesain secara horizontal untk mempermudah perawatan/maintenance untuk kedepannya. Heating Coil terbuat dari Seamless Boiler Tube yang dirol secara continuous. Setiap sambungan las diperiksa dengan teliti dengan Radiaography Test dan Test tekanan akhir mempergunakan tekanan sampai 15 – 30 Bar. Thermal Oil mengalir di dalam coil dengan kecepatan yang dirancang secara cermat untuk menghindarkan overheating yang dapat mengakibatkan kerusakan oil akibat terbentuknya arang (coking).

Kenapa harus memilih Thermal Oil Heater?? 

Beberapa pertimbangan kenapa harus memilih THERMAL OIL HEATER dalam hal memproduksi energi panas, karena Thermal oil heater dapat menghasilkan energi panas dengan temperatur tinggi yang hanya bekerja hanya pada tekanan pompa atau bahkan tekanan atmosfear. Oli yang dipakai didalam thermal oil tidak akan habis dan menguap, kecuali ada kebocoran pipa oli. Jika terjadi kebocoran, harus direpair dan mengganti oli yang terbuang sesuai ukuran yang ditentukan seperti di awal.

Gas panas hasil pembakaran memanaskan aliran thermal oil diruang bakar sebagai panas radiasi dan selanjutnya memanaskan oil di coil konveksi melalui sela2 antar coil dengan kecepatan tertentu dalam 3 aliran dengan arah berlawanan dengan arah aliran thermal oil.

Dalam thermal oil, oli adalah media penghantar panas yang sifatnya tidak menimbulkan kerak atau kotoran di dalam pipa. sehingga tidak ada biaya yang harus dikeluarkan untuk membersihkan pipa saluran oli tidak yang biasa dilakukan pada boiler steam. Pipa tahan api yang digunakan tidak akan mengalami kerusakan dikarenakan pipa panas yang dialirkan dengan pompa sirkulasi, hanya saja jangan sampai temperatur oli tidak terkontrol dan melewati ambang batas kemampuan pipa dalam menerima panas. Maka dari itu, system safety untuk suplai panas dari api burner harus selalu dalam keadaan baik. Dalam hal ini, Thermocontrol di panel control dan thermocouple harus terintegrasi dengan baik agar kemungkinan overheating tidak terjadi.

Sistem pengendali pada panel control dan control part safety pada body thermal oil unit harus dipastikan kondisi dan fungsinya berjalan normal. semakin kondisi control baik, maka semakin rendah pula interval operator dalam pemantauan unit thermal oil. Meskipun Thermal oil tidak beroprasi dalam tekanan tinggi, namun spesifikasi pipa harus standar pipa yang digunakan untuk boiler. Pipa boiler memiliki daya tahan panas dan tekanan tinggi. Dalam hal ini, thermal oil harus menggunakan pipa yang tahan dengan temperatur tinggi. Pipa boiler yang lebih tebal, akan lebih mengurangi resiko kerusakan pipa saat menerima panas.

Apa Indira.co.id itu?, Produsen Boiler dan Thermal Oil Heater di indonesia

Indira.co.id Produsen Boiler dan Thermal Oil Heater.

Banyak hal yang mereka tanyakan siapa kami, sebelumnya membuka artikel ini maka ijinkan kami untuk mengenalkan diri secara secara singkat. PT Indira Dwi Mitra dengan website indira.co.id merupakan sebuah perusahaan yang beralamatkan di daerah jakarta – Indonesia, dengan produk yang di jual maupun diproduksi langsung berupa Boiler (Ketel Uap), Thermal Oil Heater, Steam Boiler, Heat transfer oil. Adapun jasa yang kami tawarkan, yaitu kami juga melayani sewa atau rental boiler segala ukuran, service, dan juga perawatan untuk industri se Indonesia.

Sebagai salah satu produksen Boiler, Thermal Oil Heater,  Steam Boiler, Heat Tranfer oil yang terkemuka baik ukuran kecil juga menengah di indonesia, kami juga sudah menjadi salah satu perusahaan yang mengutamakan mutu dan menjaga kepercayaan kepada konsumen atas semua produk yang jual. Adapun jenis boiler yang kami tawarkan yaitu Boiler dengan bahan bakar padat, cair atau gas seperti batubara, biomassa, limbah atau bahkan campuran dari bahan bakar tersebut.

 

Waste Heat Recovery

Waste Heat Recovery

With the high cost and environmental impact of fossil fuels, heat energy is a precious commodity that cannot be wasted.

Any exhaust gas stream with temperatures above 250°F has the potential for significant waste heat recovery. Consumers of waste heat energy can be found in almost any facility and are easy to locate.

Typical examples include plant process heating, combustion air pre-heating, boiler feedwater pre-heating, and building heat. In addition to savings in everyday fuel consumption, many facilities can market and sell carbon credits back to industry. State and / or federal funding is often available for waste heat recovery projects helping to reduce capital costs and expedite system payback.

Heat Energy Recovery Audits

Sigma Thermal engineers are heat energy management experts. In addition to constantly optimizing our heating systems to provide the most cost effective operation possible, we provide energy audits and/or technical consulting to assist customers in determining if they have waste energy that can be recovered to further reduce their operating costs. If the audit results in recommendations for heat recovery equipment, we can provide that equipment and guarantee the energy savings, insuring that your recovery potential is fully realized.

Common Waste Heat Producers

  • Thermal Oxidizers
  • Steam Boilers
  • Fired Heaters
  • Kilns
  • Dryers
  • Exothermic Processes
  • Steam System Exhaust / Blow-down

Common Waste Heat Consumers

  • Combustion Air Pre-heat
  • Boiler Feedwater
  • Steam Ejectors
  • ORC Generators
  • Building Comfort Heat
  • Wash Water Pre-heat
  • General Process Heat

Complete Closed Loop Systems

A closed loop system is an efficient way of capturing wasted energy and transferring it to various users. With experience in a broad range of transfer fluids, we can show you your options and design a system that best fits your needs.

Sigma Thermal offers complete closed loop, liquid phase, waste heat recovery systems utilizing water, glycol solutions and thermal oils.

Combustion Air Pre-Heat System (CAPH)

A combustion air pre-heat system increases overall system efficiency and minimizes system operating costs. Heater exhaust gasses are utilized to pre-heat the incoming combustion air. This is a more efficient utilization of the energy consumed, which results in lower natural gas operating costs. The estimated overall efficiency when using this system can exceed 93% (LHV basis). A typical summary of combustion air pre-heat system components is as follows:

  • Air to air heat exchanger
  • Modified burner to accommodate elevated combustion air temperatures
  • Combustion air ductwork from combustion fan to heat exchanger and from heat exchanger to heater
  • Exhaust gas ductwork from heater to heat exchanger, and from heat exchanger to stack (if applicable)

High Particulate Systems

Sigma Thermal specializes in biomass combustion and gasification systems, and has extensive design experience in capturing waste heat from high particulate exhaust gas. Once energy has been recovered from high particulate exhaust gas, it can be utilized with any traditional waste heat consumer.

Jual Hot Water Boiler Marine

Hot Water Boiler

Hot water Heater adalah pemanas dengan mempergunakan Thermal water Fluid sebagai media penghantar panas dan dapat bekerja sampai temperatur 50 s/d 95 derajat Celcius. Hot water boiler  bekerja hanya pada tekanan pompa sirkulasinya saja ,sehingga sangat aman dan alat-alat yang membutuhkan pemanasan tidak perlu dirancang dengan konstruksi yang khusus. Umur kerja dari  hot  water boiler  yang dipergunakan umumnya lebih dari 10 s/d 15 tahun dan tidak diperlukan penambahan apapun selama tidak ada kebocoran pada pipa-pipa atau peralatan pemanas, dan selama itu tidak diperlukan pembersihan karena bagian dalam coil  tersirkulasi oleh air panas.

Apakah keunggulan  hot water boiler

  • Temperatur control yang presisi
  • Tidak diperlukan water treatment dll bahan kimia yang memerlukan biaya tinggi Tidak ada heat losses dari condensate dan blow down seperti pada steam boiler
  • Tingkat korosi rendah karena ada sirkulasi pada bagian dalam Boiler
  • Biaya pemeliharaan yang sangat rendah
  • Operasional Full Automatic dan mudah sehingga tidak memerlukan operator

A.Fitur Oil Boiler Boiler Air Panas:

1). Seri IDM dari boiler berbahan bakar solar-gas bakar menggunakan full outomatic

2). Perpindahan panas tungku dan tabung pernapasan radiasi konveksi desain rasional, tata letak boiler pemanas yang memadai, efisiensi termal yang tinggi.

3). Kapasitas air tanur ini, full heat exchanger, terutama untuk boiler berukuran sedang dan besar.

4). Ukuran tungku tungku yang sesuai, ekspansi api, permukaan pemanas berseri kapasitas lebar, untuk beradaptasi dengan berbagai minyak, bumer gas, struktur sederhana.

5). Kekuatan desain, area perpindahan panas yang cukup, kinerja boiler sepenuhnya terjamin.

6). Pemilihan pumps.valves berkualitas tinggi, komponen kelistrikan dan aksesoris keselamatan, paket lengkap.

7). Boiler dengan pengapian otomatis, kontrol proses, kontrol suhu, proteksi overpressure, perlindungan fungsi kontrol dan perlindungan tungku tungku, perawatan yang sederhana, aman, andal, dan nyaman.

8). Setiap pabrik ketel telah diuji secara ketat, termasuk perangkat pembakar dan alat pengontrol listrik, yang dikonfirmasi oleh pengawasan teknis supervisi dan sertifikat inspeksi yang memenuhi syarat yang dikeluarkan.

B.Keuntungan Produksi dan Layanan Kami:

1). 100% keamanan, berjalan stabil, tingkat air yang sangat baik dan kontrol tekanan, operasi otomatis sepenuhnya

2). Boiler bisa bertahan kurang lebih  20 tahun.

 3). Bagus layanan purna jual. Ini gratis bagi Anda untuk mendapatkan suku cadang yang rusak dalam masa garansi (1 tahun) jika ada pertanyaan. Yakinkan bahwa kami dapat memberi Anda suku cadang dalam kehidupan semua boiler.

4). Kami dapat mengatur insinyur ke perusahaan Anda untuk pemasangan dan commissioning dan pelatihan. Jika Anda membutuhkan kami setiap saat, kami dapat mengirimkan teknisi kami dan mempersiapkannya dalam waktu singkat.

5). Cat khusus digunakan setelah perakitan. Cat terutama digunakan di daerah iklim Anda, yaitu anti korosi, anti-abrasi dan warna-tahan luntur.

C.Jaminan Pabrik:

1). Garansi satu tahun 18 bulan setelah barang dikirim

2). Suku cadang tersedia dengan harga ex-factory

3). Tegangan berbeda tersedia

4). 100% diuji sebelum pengiriman

5). Kapasitas steam boiler IDM mulai dari 500 – 30000 Kg / jam.

6). Skid-mount sistem lengkap tersedia 100 – 2000 kg / jam.

7). Sistem lengkap dipasang dalam wadah yang tersedia 100 – 4000 kg / jam.

8). Instruktur di tempat instruksi pemasangan dan commissioning tersedia.

  1. Mengapa Anda Memilih Boiler Kami?
  2. Emisi emisi debu & emisi SO2 & emisi NOx yang rendah, konsentrasi emisi debu <30mg / m³ Konsentrasi emisi SO2 & NOx <18mg / m³
  3. Boiler melengkapi European Burner, pembakaran bahan bakar bisa mencapai penyesuaian otomatis. 3. Kami menyediakan 2 unit Pompa Air (one duty one standby) yang dari pabrikan pompa terkenal.
  4. Boiler dapat mencapai kontrol suhu otomatis & kontrol tekanan & pengendalian air umpan & pengendalian bahan bakar umpan & indikasi keselamatan … Kami juga secara bebas menyediakan satu set bagian dalam dari Electric controller untuk standby.
  5. Boiler dengan stainless cladding, anti korosi & anti karat & cantik. 6. Layanan purna jual yang komprehensif.

 
 Panel control dirancang sedemikian rupa sehingga memudahkan operator dalam mengoperasikan IndiraThermal.

Safety Device
 Digital temperature controls
 Flow controls switch
 Automatic burner controls
 Chimney temperature control
 Pressure gauge
 Pilot lamp indicator
 Alarm

Cara Kerja IndiraThermal
 Seluruh instalasi harus terisi cairan pemanas hingga level control pada expantion tank.
 Pompa sirkulasi akan mengalirkan cairan pemanas dari expantion ke badan Indirat hermal kemudian keproses dan kembali lagi ke expantion tank.
 Setelah aliran sirkulasi cairan pemanas stabil, burner akan menyala dan membakar coil di dalam badan Indirat hermal sehingga cairan pemanas menjadi panas dan panas tersebut di alirkan ke proses.
 Setelah suhu yang diinginkan tercapai maka secara otomatis burner akan mati dan akan menyala kembali setelah suhu turun.

PT.INDIRA DWI MITRA
Jl:Dewi Sartika Kp Ceger RT/RW.009/002,Lebakwangi,Cadas Tangerang – Banten 15520
Tlp 021-22259400 /Fax : 021 – 59371687
Phone : 081388666204
E- Mail : [email protected]
www.indira.co.id

 

Jual Limit Switch Schmersal

Safety Switches

Schmersal Safety Switch

  • Safety switches with separate interlock
  • Heavy duty limit switches
  • Solenoid interlock
  • Position switches
  • Safety switch for hinged guards
  • Safety sensors
  • E-stop switches
  • E-stop buttons
  • Foot switches
    • NKF, NKF2, NKF3, F 232, 2F 232
  • Two-handed control panels
    • SEPK, SEPG
  • Control stations
    • BDF100, BDF200
  • Safety light barriers
  • Safety light curtains and grids

Safety Controls

Schmersal Safety Control

  • Guard door monitors
  • Multifunction safety modules
  • Fail-safe delay timers
  • Safety control modules
  • Programmable safety controllers

Catalog

Schmersal GK1 Catalog


Schmersal

In 1945 Brothers Kurt Andreas and Ernst Schmersal founded a company immediately after the second World War. They initially built components used in the production of lifts and in 1947 they began the production of mechanically-operated electrical control devices.

Today the Schmersal Group is a global company that develops and produces a range of approximately 25,000 different switchgear and control devices!

Marshall Wolf Automation is your source for Schmersal products!

Innovations

Ergonomic operation, more compact design, higher safety level, combination of productivity with safety and integration of functions. These are only a few of the many characteristics on which our designers lay value when they write the specifications for new products and product families in co-operation with the product managers.

Here you see the results: New features from the Schmersal Group. Always up-to-date.

Context Column

The new safety light barriers and safety light grids in the SLC/SLG 240 COM range from Schmersal offer all sorts of practical functions and are therefore suitable for a wide range of applications. For applications with a small safety clearance to the risk area, a 14 mm resolution has been added to the new range.

More

Schmersal Safety Installation Systems – the right solution for every application

Passive Feldbox PFB

The Schmersal group is launching new installation aids for securing complexing machine systems which allow quick and simple wiring of safety switchgear in series: the Schmersal safety installation systems.

More

More functions in one device: The new safety evaluations in the SRB-E-302FWS-TS basic model combine the functions of safe downtime monitoring and safety time relay in a single component.

More

For a variety of uses: New range of joystick switches

The Schmersal Group has developed a new range of joystick switches which will be launched in spring 2017. The new RK/NK cross switches have a unique non-contact switching system among robust, hygiene compliant cross switches.

More

PROTECT PSC1

“With the new modular safety control system PROTECT PSC1, we have successfully achieved a significant development step. It is multifunctional and can optimally be adapted to the individual applications in the various sectors”, explains Christian Runge, product manager at Schmersal.

Quality

The highest quality requirements apply to the production of safety switchgear and systems. This is because even a minimal functional fault could have serious results for the operating personnel or the goods being produced. We are conscious of this responsibility. Although we manufacture hundreds of thousands of switchgear every year: We guarantee a safety level corresponding to the demanding application for each individual product.

The basis for the high consciousness of quality at Schmersal, in addition to our business culture, is also the organisational framework which is determined by quality management. Over the whole value-creation chain, a high level of process security is maintained. A CAQ system registers and documents the quality-relevant data.

Standards and Approvals

Many of our products are prototype-tested, e.g. for BG, TÜV. UL and CSA. In addition, we are represented on the most important standards committees and working circles. This close co-operation with industrial assessors and other institutions ensures that new products are developed with respect to the applicable standards right from the beginning.

The right material

In spite of a high level of vertical integration, we still need a wide spectrum of components from outside suppliers. Our QM staff work closely together with our suppliers to monitor the fulfillment of our high quality requirements. This includes:

  • Audits of suppliers
  • An EDP-supported incoming goods inspection with complete documentation of the data in our CAQ system
  • First sample inspection of new materials and on change of suppliers
  • Regular evaluation of suppliers
  • Joint quality-optimisation
  • Environment-conscious purchasing department.

The right equipment

We make sure that our manufacturing technology is in a position to produce high-quality products, measures including:

  • Careful maintenance and inspection of the machines and plant
  • Regular monitoring of inspection, test and measuring instruments, both in-house and by external laboratories
  • Improvement of the manufacturing processes to the latest trends.

The right manufacturing process

During production, reproducible processes provide reproducible quality. The following are some of the aspects in our case:

  • Starting the actual production only after completion of a successful test phase
  • High vertical integration of manufacture and “In-house” competence
  • Defined procedures and inspection/test plans for fitting/assembly
  • Attention to and checking the maintenance of safety at work and environmental protection regulations
  • “Job rotation” in production
  • 100% testing of safety switches
  • ESD protection measures for applicable products and areas.

Quality: A process, not a condition

Hundreds of thousands of Schmersal switchgear are in use, often under difficult conditions, in the whole world. This documents the high level of quality we have achieved.
But we are not satisfied with this. Because quality, as we understand it, is a process and not a state or condition. We work every day on improving our quality standards, including the careful evaluation and analysis of the quality data documentation as well as by carrying out regular internal quality audits going beyond the requirements of ISO 9001.

Products

NEW: Product overview
NEW: Product overview
NEW: Catalogue safety technology
NEW: Catalogue safety technology
NEW: Innovations 2017/2018
NEW: Innovations 2017/2018
NEW: Position Switches Series PS
NEW: Position Switches Series PS
NEW: Safety light barriers SLB 240, SLB 440
NEW: Safety light barriers SLB 240, SLB 440
NEW: Optoelectronic safety devices
NEW: Optoelectronic safety devices
NEW: AS-Interface Safety at Work
NEW: AS-Interface Safety at Work
Installation systems for safe series connection
Installation systems for safe series connection
Joystick switches RK / NK
Joystick switches RK / NK
Multi-functional safety relay modules SRB-E
Multi-functional safety relay modules SRB-E
Safe signal processing ‒ The PROTECT family
Safe signal processing ‒ The PROTECT family
Programmable modular safety controller - PROTECT PSC1
Programmable modular safety controller – PROTECT PSC1
Command and signalling devices
Command and signalling devices
Command and signalling devices AVANTGARDE
Command and signalling devices AVANTGARDE
Schmersal - system solutions / AS-Interface Safety at Work
Schmersal – system solutions / AS-Interface Safety at Work
The worldwide unique electromechanical safety switches and solenoid interlocks with high coding in accordance to ISO 14119
The worldwide unique electromechanical safety switches and solenoid interlocks with high coding in accordance to ISO 14119

Industries

Heavy industry - Materials handling industry systems
Heavy industry – Materials handling industry systems
Heavy industry / Materials handling technology
Heavy industry / Materials handling technology
Packaging industry
Packaging industry
Packaging industry - Food and beverages
Packaging industry – Food and beverages
A warehouse full of solutions / Machine tools
A warehouse full of solutions / Machine tools
A stack full of solutions / Wood-processing
A stack full of solutions / Wood-processing

 

Jual Thermal Oil Boiler System

Thermal Oil Boilers

A thermal oil boiler fires through a helical coil and generates energy from the hot products of combustion by heating the coil through radiation and convection. The coil heats thermal oil or fluid that is pumped through the thermal oil boiler. The thermal oil heats coils in various types of heat exchangers. Unlike a water or steam boiler, this heating process does not heavily pressurize the system.

Why are thermal oil systems superior to water boiling systems?

A thermal oil boiler is nearly always cheaper to operate and maintain than water boilers. Unfortunately, due to the high pressure required to operate water and steam boilers, they can become far more hazardous than thermal oil boilers.

Other noticeable advantages are the lack of corrosion, lime deposits and scale that are common within heated water or steam boilers. This can raise the operating costs of a water boiler considerably. You should also realize that thermal oil boilers don’t require makeup water or efficiency draining steam traps.

You don’t want to buy your thermal oil boiler system from amateurs

Go with the thermal heating system experts at Sigma. Our teams have worked myriad jobs and understand every working detail of industrial heating applications. Our engineers are constantly optimizing our thermal oil boiler designs to provide your company the most cost effective operation possible.

  • Natural gas heating

    What are some of the applications best suited to IDM Thermal Oil Boiler Systems?

  • Jacketed vessel heating
  • Indirect steam generators
  • In line gas heating
  • Heated molds or dies
  • Crude oil heating

Fabrikasi Auxiliary Steam Boiler and hot water boiler

Optimizing auxilary boiler steam and hot water generation

The IDM boiler 3-pass oil- and gas-fired boilers assure quality, reliability, long life, easy maintenance and sound economy. Compact and ready-to-install, this complete smoke-tube-shell boiler in a three-pass wetback design provides auxiliary steam capacities of up to 10 t/h at up to 20 barg design pressure.

The control system incorporates a burner management system with load and sequence control as well as water level control and safety equipment, motor starters and oil heater control.

The IDM boiler 3-Pass auxiliary boiler can be equipped with a pressure-atomizing, steam-atomizing or rotary-cup type burner for fully automatic operation. Burners for fuels such as natural gas, oil or combined firing of gas and oil are available upon request.

Accessories

The boiler plant can be equipped with economizer, superheater, condensate tank, deaerator, feedwater tank, blowdown tank and O2 combustion control.

 

  • Easy installation: Designed for plug-and-play operation, IDM boiler 3-Pass boilers are supplied with a ready-mounted burner, control panel, fittings and cables.
  • Compact design: Small footprint makes the boiler easy to incorporate into any design.
  • Easy inspection and maintenance: Connections and valves are located on top of the boiler, making them easily accessible for installation, inspection and maintenance. A number of manholes facilitate internal inspection.
  • Easy to clean: The spiral tubes are easy to clean, thanks to the low number and high efficiency.
  • Improved combustion: The furnace has a comparatively low heat-release ratio and provides ample space for the flame. This improves combustion and limits flue gas emissions.

Heat recovery systems for solid fuels

Heat recovery systems for gases and liquids in capacity ranges up to 10 MW
depending on application and temperatures up to 400 °C. Special designed for surface cleaning system „thermal“.

To generate energy from solid fuels two main components are always necessary. First of all, the firing plant to burn solid fuels to generate hot exhaust gasses. The second component is the heat recovery system to recuperate the thermal energy from the hot exhaust gases and to transport it to the heat consumers.

When burning fuel oil or gas, controlling the combustion process is straight forward in controls of the combustion air supply. This ensures a complete and clean combustion without the help of additional equipment. The flue gas is clean and therefore the heating surfaces will remain free from deposits and the demands on the heater are relatively low.

heat recovery systems suited for solid renewable biomass fuels require much more efforts. These fuels are often very wet. Depending on their origin, the characteristics may vary and they often contain sand or soil. This is why modern biomass firing plants are very complex and require sophisticated controls and adequate refractory lining, acting as heat buffer, in order to ensure a complete combustion. Ashes and contaminations require the installation of filters in order to prevent pollution of the environment.

Complex combustion systems, and the danger of deposits and ashes on the heating surfaces, increase the demands on the heat recovery system considerably. This is why heat recovery systems for modern, sustainable, biomass firing systems must have excellent qualities. The state-of-the-art thermal 2-pass heat recovery systems were designed and developed to meet these demands and offer decisive advantages. To guarantee a trouble-free operation without interruptions they are equipped with the highly efficient and economic heat surface cleaning system for waste heat boiler “thermal4”.

Advantages

  • Lid sealing between the two passes is not required – temperature problems of exhaust gas are therefore no longer possible.
  • The flue gas temperature in the lower deflection chamber corresponds to the gas outlet temperature and is monitored.
  • Reduced pressure losses on the gas and liquid side reduce the energy consumption of pumps and blowers.
  • A low construction height saves costs.
  • The cleaning is done only from above, the complexity of the air installation is significantly reduced.
  • The boiler shell is cooled by the outside fitting tube coil. Thus, an overheating by soiled heating surfaces is excluded.
  • A large-scale ashpit in the lower deflection chamber of vertical heaters reduces the cleaning effort.
  • At hanging heaters, which can be equipped with an automatic ash removing system. If required, a generous ash collection chamber reduces the ash mass flow through the second pass and prevents the heating surface from damage.

Jasa Pembuatan-Panel Kontrol Boiler

Anda memerlukan jasa service,pemasangan , perakitan , dan pembuatan panel listrik? Dan ingin design jaringan dengan kualitas yang bagus? Anda tidak perlu bingung! Karena kami hadir dengan kualitas yang bagus dan pengalaman team yang sangat professional. Kami siap membantu anda!

Manusia dengan segala kekurangan dan kelebihannya, tidak dapat memprediksi apakah dalam pekerjaannya ataupun perusahaan yang dikelolanya akan terjadi suatu masalah atau hal-hal yang tidak diinginkan seperti kecelakaan kerja terhadap para karyawannya.

Namun dalam hal tersebut manusia memiliki sumber daya yang mumpuni dibanding makhluk lainnya di muka bumi ini, yang dapat terlebih dahulu mengantisipasi agar masalah dan kecelakaan kerja tidak terjadi pada usaha mereka.

Professional

Listrik adalah salah satu yang paling rentan dalam mengalami masalah, karena jika arus dan aliran listrik bermasalah misalnya saat pemadaman, otomatis kerja produksi suatu usaha pun akan terganggu, bahkan jika dalam pemasangan instalasi listrik tidak dilakukan secara benar akan meinmbulkan adanya kecelakaan kerja seperti kebakaran.

Panel listrik adalah salah satu cara mengantisipasi hal tersebut, karena panel listrik berfungsi dalam pengaturan penggunaan listrik dan box panel listrik sebagai pengaman bagi panel listrik tersebut sangat diperlukan.

Mungkin kebanyakan orang sudah mengenal apa itu panel listrik, namun ada beberapa diantara kita yang belum mengenalnya.

Panel listrik adalah sebuah perangkat yang berfungsi membagi, menyalurkan dan mendistribusikan tenaga listrik dari sumber/pusat listrik ke konsumen/pemakai.

Process Equipment Control : (4) Boiler Control

Boiler merupakan salah satu peralatan proses yang berfungsi memproduksi steam/uap. Steam yang dihasilkan tersebut akan digunakan untuk berbagai macam keperluan, antara lain sebagai penggerak turbine dan sebagai media pemanas dalam unit proses.

Seperti terlihat pada gambar berikut, air (feedwater) dimasukkan ke Boiler dan dipanaskan, dalam hal ini oleh panas hasil pembakaran fuel sehingga menghasilkan steam. Fuel yang digunakan bisa fuel gas atau fuel oil atau keduanya (selain dari hasil pembakaran fuel, panas yang digunakan juga bisa berasal dari sumber lainnya, seperti pembakaran batu bara, kayu/ampas, atau media pemanas lainnya).

boiler-control-11

Secara umum, tujuan sistem kontrol pada boiler adalah agar produk steam yang dihasilkan sesuai dengan spesifikasi yang dikehendaki  sambil tetap menjaga agar boiler dapat beroperasi dengan efisien dan aman.  Secara garis besar, sistem kontrol pada boiler ini terdiri dari:  1) Drum level control; 2) Combustion control; 3) Atomizing control; 4) Blowdown control; 5) Steam temperature control.

Drum Level Control.  Tujuan drum level control adalah menjaga agar level drum (tinggi permukaan air dalam drum) tetap pada setpoint-nya walaupun terjadi perubahan beban ataupun gangguan/disturbance lainnya.  Level drum yang terlalu rendah bisa menyebabkan terjadinya panas berlebih (overheated) pada boiler tubes sehingga tubes bisa menjadi rusak/bengkok/bocor. Sebaliknya level drum yang terlalu tinggi akan menyebabkan pemisahan air dan steam dalam drum tidak sempurna sehingga kualitas steam yang dihasilkan kurang (banyak mengandung air/basah).

Ada tiga alternative/jenis drum level control, yaitu:  1) Single element drum level control; 2) Two-element drum level control; 3) Three-element drum level control.

Single-element drum level control.  Ini merupakan konfigurasi drum level control yang paling sederhana, yaitu hanya menggunakan feedback level control. Disebut single-element karena hanya level drum saja yang dikontrol. Konfigurasi kontrol ini umumnya digunakan pada boiler berkapasitas rendah (<150,000 pounds-per-hour), pressure rendah (<250 pounds-per-square-inch), dan dengan beban yang relative tetap/stabil. Kekurangan konfigurasi control ini adalah sulit mempertahankan level pada setpointnya jika terjadi perubahan beban secara terus menerus.

boiler-control-2

Two-element drum level control. Konfigurasi ini digunakan untuk mengatasi kekurangan konfigurasi single-element dalam menangani fluktuasi beban, yaitu dengan jalan menambah steam flow control (yang mewakili beban boiler) sebagai feedforward control. Jadi, dalam konfigurasi ini, terdapat dua controller, yaitu level control sebagai feedback dan steam flow control sebagai feedforward control, sehingga disebut dengan two-element control. Konfigurasi ini cocok untuk single drum boiler dengan kondisi pressure/flow feedwater yang relative konstan.

boiler-control-3

Three-element drum level control. Ini merupakan konfigurasi yang paling lengkap, yang dibentuk dengan menambah feedwater flow control dalam konfigurasi cascade. Penambahan feedwater flow control ini dimaksud untuk mengantisipasi fluktuasi pada flow/pressure feedwater, yang umumnya terjadi pada feedwater line yang menggunakan beberapa pompa (multiple pump) untuk melayani beberapa boiler sekaligus (multiple boiler).

boiler-control-4

Combustion Control. Tujuan combustion control adalah untuk menjaga pressure steam yang dihasilkan boiler agar selalu sesuai dengan yang dikehendaki (sesuai setpoint-nya). Oleh karena itu, dalam konfigurasi combustion control, steam pressure (biasanya diambil dari steam header) digunakan sebagai master control, outputnya di-cascade dengan fuel flow control dan combustion air flow control (air di sini maksudnya udara). Jika terjadi kenaikan beban (yang ditandai dengan turunnya pressure steam dari setpoint-nya), maka fuel flow control dan combustion air flow control akan bereaksi membuka control valve.  Sebaliknya,  apabila terjadi penurunan beban (yang ditandai dengan kenaikan pressure steam dari setpoint-nya), maka kedua control tersebut akan bereaksi menutup control valve.

Fuel flow control dan combustion air flow control di-interkoneksi untuk menjamin agar combustion air/udara selalu cukup tersedia untuk membakar habis fuel pada kondisi berapapun perubahan flow fuel. Hal ini untuk menjaga agar tidak terjadi akumulasi fuel yang tidak terbakar di dalam ruang bakar karena sangat membahayakan (bisa menimbulkan ledakan).  Interkoneksi fuel flow control dan combustion air flow control ini dilakukan melalui selector switch (high dan low), seperti pada gambar berikut.

boiler-control-5

Dalam konfigurasi ini, apabila terjadi kenaikan beban, maka yang terlebih dahulu bereaksi untuk membuka control valve adalah combustion air flow control baru kemudian fuel flow control. Sebaliknya, apabila terjadi penurunan beban, maka yang terlebih dahulu bereaksi untuk menutup control valve adalah fuel flow control baru kemudian combustion air flow control.

Master control.  Seperti yang dijelaskan di atas, yang menjadi master dalam combustion control adalah pressure steam.  Apabila lebih dari satu boiler digunakan secara paralel, maka perlu ada pembagian beban/load ke masing-masing boiler. Untuk keperluan pembagian beban ini, maka sinyal/informasi yang berasal dari master control akan dikirim ke loading station di masing-masing boiler, seperti pada gambar berikut.  Dengan loading station, operator dapat memberikan bias ke master control. Output loading station akan dikirim ke steam flow control masing-masing boiler.

boiler-control-6

Kadang kala, untuk pertimbangan efisiensi,  suatu boiler diopresikan pada beban tetap, sedangkan beban boiler lainnya dibiarkan berubah-ubah secara otomatis untuk disesuaikan dengan perubahan total beban.  Untuk keperluan ini, boiler berbeban tetap tersebut dioperasikan berbasiskan beban (based load), dimana sebagai master bukan steam pressure control, tetapi steam flow control.

Fuel flow – air flow control.  Seperti yang sudah dijelaskan di atas, bahwa salah satu hal yang paling penting dalam combustion control adalah menjaga agar perbandingan fuel flow/combustion air flow (fuel/air ratio) selalu terpenuhi untuk pembakaran yang sempurna.  Data fuel/air ratio diperoleh dari operation test.   Indicator terjadinya pembakaran yang sempurna adalah jika terdapat excess air (oksigen) secukupnya dalam gas sisa pembakaran.  Excess air yang berlebih menyebabkan operasi boiler tidak efisien karena sebagian panas akan diserap oleh kelebihan udara tersebut.  Excess air yang kurang juga mengurangi efisiensi karena sebagian fuel tidak terbakar. Yang lebih berbahaya adalah terakumulasinya fuel yang tidak terbakar dalam ruang bakar karena dapat menyebabkan ledakan.

Fuel/air ratio bisa berubah, antara lain disebabkan oleh perubahan kandungan panas (btu content) dari fuel atau perubahan suhu udara.  Untuk itu maka dalam combustion control perlu ada fasilitas untuk merubah nilai perbandingan ini, seperti diperlihatkan pada gambar berikut.

boiler-control-7

Perubahan fuel/air ratio bisa dilihat dari perubahan excess air di gas buangan hasil pembakaran.  Dari informasi mengenai perubahan excess air ini (melalui pengukuran dengan O2 analyzer), operator merubah ratio ini dengan cara memberikan bias seperti pada gambar diatas.

Apabila fuel yang digunakan adalah fuel gas, maka sebaiknya dilengkapi dengan pressure compensation untuk mengatasi fluktuasi pressure pada supply fuel gas.  Jika menggunakan fuel oil, maka diperlukan atomizing control agar pembakaran fuel oil bisa lebih sempurna.  Atomizing control akan dibahas pada topik tersendiri.

boiler-control-8

Apabila menggunakan dua jenis fuel (fuel gas dan fuel oil), maka hasil pengukuran fuel gas flow dan fuel oil flow dijumlahkan dulu baru dikirim ke total fuel flow control sebagai measurement/process variable (PV) dan ke combustion air high selector switch, seperti diperlihatkan dalam gambar diatas.  Selanjutnya, output total fuel flow control dikirim ke masing-masing flow control fuel oil dan fuel gas melalui pembagi (FY2) dan FY3).  Besarnya porsi fuel oil dan fuel gas di-set oleh operator melalui hand control (HC).  Penggunaan high selector (>) sebelum control valve dimaksud untuk mengantisipasi fluktuasi pressure pada line fuel.

Oxygen control.  Seperti yang sudah dijelaskan bahwa untuk mengatasi perubahan fuel/air ratio, operator memberi/mengubah bias secara manual dengan berpedoman pada excess air hasil pengukuran O2 analyzer.  Jika kandungan panas (btu content) dalam fuel berfluktuasi secara terus menerus, maka akan lebih baik jika adjustment fuel/air ratio tersebut tidak dilakukan secara manual, melainkan secara otomatis.  Hal ini dapat dilakukan dengan menambah/menggunakan O2 control, seperti gambar berikut.

boiler-control-9

Nilai optimal excess air pada operasi boiler tidak tetap, tetapi bergantung pada beban boiler, pada beban rendah nilai optimal excess air tinggi, sebaliknya pada beban tinggi nilai optimal excess air rendah.  Nilai optimal excess air pada suatu boiler diperoleh dari plant/operational test, salah satu contohnya seperti diperlihatkan pada tabel berikut.

boiler-control-10

Setpoint untuk O2 control (AC) akan mengikuti nilai pada tabel tersebut sesuai perubahan beban, seperti terlihat pada konfigurasi kontrol di atas (dijalankan di AY).

Fuel/air ratio juga diperoleh dari plant/operational test.  Tabel berikut adalah contoh fuel/air ratio dari hasil test tersebut.

boiler-control-111

Fungsi fuel/air ratio ini akan dijalankan/dieksekusi di FY1 (lihat gambar di atas).   Automatic bias untuk fuel/air ratio dilakukan di FY2 dengan menggunakan formula berikut:  Bias air flow = (air flow/(0.4 x output oxygen control + 80)) x 100.

Atomizing Control.  Pada boiler yang menggunakan fuel oil, diperlukan proses atomizing untuk memecah-mecah molekul fuel oil sehingga proses pembakaran berjalan dengan sempurna. Salah satu jenis proses atomizing ini adalah dengan menggunakan steam atomizing, yaitu dengan cara memberi tekanan (dengan menggunakan tekanan steam) pada nozzle penyemprot fuel oil.  Agar proses atomizing ini selalu berjalan dengan sempurna pada berbagai kondisi tekanan/pressure fuel oil maupun steam atiomizing , maka digunakan sistem kontrol yang disebut atomizing control.  Tujuan konfigurasi atomizing control adalah menjaga beda tekanan (pressure differential) antara atomizing steam dan  fuel oil yang menuju burner agar tidak berubah, seperti diperlihatkan pada gambar di bawah ini.

boiler-control-12

Blowdown Control.   Blowdown system dalam boiler berguna untuk mengontrol kandungan solid dalam feedwater agar tidak berlebih.  Kandungan solid dalam feedwater akan terikut ke steam yang diproduksi, sehingga apabila kandungan solid dalam feedwater tinggi, maka kandungan solid di steam juga akan tinggi, sehingga bisa menurunkan kwalitas steam yang dihasilkan.  Selain itu, kandungan solid dalam feedwater yang berlebih juga akan menyebabkan terjadinya kerak/scale pada pipa/tube/drum sehingga selain peralatan tersebut cepat rusak,  juga efisiensi boiler menurun karena kehadiran kerak tersebut akan mengurangi area perpindahan panas (heat transfer area).

Ada dua jenis blowdown, yaitu intermittent blowdown dan continuous blowdown.  Intermittent blowdown dioperasikan secara manual oleh operator, berdasarkan hasil pengukuran kwalitas feedwater (pengukuran electrolytic conductivity dalam feedwater) atau hasil pengukuran steam purity dengan menggunakan sodium analyzer. Sedangkan continuous blowdown akan membuang air yang mengandung solid dalam drum secara terus menerus dengan besarnya aliran buangan dikontrol berdasarkan hasil pengukuran/perkiraan jumlah kandungan solid dalam feedwater di boiler drum.

Ada dua jenis sistem kontrol yang digunakan pada continuous blowdown, yaitu conductivity control dan ratio control. Dalam konfigurasi conductivity control, electrolytic conductivity feedwater diukur menggunakan conductivity meter secara online, kemudian sinyal hasil pengukuran ini dikirim ke controller (AC) untuk menggerakan control valve, seperti pada gambar berikut. Semakin tinggi electrolytic conductivity hasil pengukuran conductivity meter, semakin besar bukaan control valve continuous blowdown (semakin banyak air yang dibuang/dikuras), begitu pula sebaliknya.

boiler-control-13

Continuous blowdown juga dapat dikontrol dengan menggunakan ratio control, yaitu ratio antara blowdown flow dan feedwater flow, seperti diperlihatkan pada gambar berikut. Setpoint untuk ratio control ini ditentukan/diberikan secara manual berdasarkan hasil pengukuran kwalitas feedwater (electrolytic conductivity) atau kwalitas steam (steam purity).

boiler-control-14

Steam Temperature Control.  Untuk boiler yang menghasilkan steam dengan tekanan tinggi (HP steam), biasanya dilengkapi dengan Superheater – Desuperheater.  Superheater berfungsi menaikan temperature steam yang dihasilkan boiler (saturated steam). Sedangkan Desuperheater digunakan untuk menstabilkan temperature steam yang keluar dari Superheater, dengan jalan menyemprotkan steam tersebut dengan water (feedwater). Untuk menjaga temperature steam selalu stabil pada berbagai beban, maka Desuperheater dilengkapi dengan temperature control, seperti gambar berikut.

boiler-control-15

Temperature steam yang keluar dari Desuperheater diukur, hasil pengukuran digunakan oleh temperature control (TC) untuk menggerakan control valve pada feedwater line yang  masuk ke Desuperheater.  Bila temperature steam lebih tinggi dari setpoint, control valve membuka untuk menaikan aliran feedwater yang masuk ke Desuperheater, sebaliknya jika temperature steam lebih rendah dari setpoint-nya maka control valve akan menutup.

Perlu diketahui bahwa, dalam prakteknya belum tentu semua  jenis kontrol yang dibahas diatas digunakan, karena penggunaan jenis kontrol tersebut bergantung pada kebutuhan.  Sehingga sering kita temukan  suatu boiler memiliki sistem kontrol yang lebih lengkap dibandingkan dengan boiler lainnya, seperti dua contoh berikut ini.

boiler-control-16

 

boiler-control-171

JUAL THERMAL FLUID HEATERS

Thermal oil heaters by IDM® are successfully used for supplying process heat to industrial plants of various industries such as wood, textile, palm oil, chemical, ship building and food industries. Compared to conventional plants using hot water or steam, thermal oil as a heat transfer medium offers the advantage that it can be heated nearly without any pressure until reaching a temperature of 320 °C. With synthetic oils, even temperatures up to 400 °C can be reached. For this reason, in most industrial processes heat transfer oil plants have finally achieved predominance in the supply of process energy. Thermal oil heaters by IDM® are characterized by the following features:

  • Optimised heat transfer and high efficiency due to generously dimensioned coil surface
  • Tailor-made design to individual customer requirements
  • Environmentally friendly operation due to low emission values
  • High operational reliability Low operating costs
  • Long service life
boiler ketel aspal

Our highly qualified team together with our precise production methods ensure that your plant will meet the highest quality levels.

CAPACITY 2 IDM® thermal oil heater in cross-section

Thermal oil heaters by IDM® using fuels such as natural gas fuel oil are operated in the capacity range of 100 kW up to 10,000 kW. Heater systems with higher capacity values may be offered upon request.

In manufacturing processes, where direct heating is not possible, a heat transfer medium is used. Steam used to be the only choice as water was easily available at low cost and resulted in very few environmental issues. Heat transfer by steam uses latent heat, i.e., the heat required to convert liquid into vapor without changing its temperature. The temperature at which the heat transfer takes place is determined by the vaporization or saturation pressure. For processes that require higher temperatures, the steam system pressures need to be higher too. For example, in order to obtain 662 degrees F / 350 degrees C, a pressure of 2,610 psi / 180 bar is required. These increasing pressure requirements mean that the heat exchanger tubes that are used in steam lines need to be thicker and specially constructed and high-pressure pumps need to be utilized, which ultimately result in higher construction and operating costs.

On the other hand, thermal fluid used as a heat transfer medium is much more efficient compared to steam. For example, at temperatures as high as 662 degrees F / 350 degrees C, the pressure requirements for heat transfer systems are commonly rated for up to only 150 psi / 10.3 bar with design pressures seldom exceeding 300 psi / 20.6 bar. The pumps that are used in this process are less expensive than the ones used in high-pressure steam and the process lines can be constructed from thinner materials because they do not have to withstand high pressures as in steam piping.

Operating Efficiency

Hot Oil Filter

15 gm Hot Oil Filter Installed

With thermal fluid heaters, the efficiency is known to be higher than with conventional steam systems. Flash losses in a typical steam system can be 6% to 14%. Add to that blowdown losses up to 3% and de-aerator losses of 2%. Clearly, the difference in the efficiency of the two systems is pronounced as thermal fluid systems do not suffer any of these losses and can operate up to 30% more efficient.

Corrosion Comparison
One of the common problems in steam systems is corrosion. Hot water, air and salt combine into solids and cause metal corrosion. Scale and other mineral deposits build up adding to the corrosion. Thermal fluids are non-corrosive and provide a high degree of metal surface protection. Vessel and piping designs for hot oil heating systems often factor in a small corrosion allowance though it is not required.

Operation and Maintenance
For pressure-fired steam systems, law (in many areas of the country) requires that they be operated by full-time, licensed boiler operating engineers. On the other hand, thermal fluid systems operate at lower pressures and are vented to atmosphere at the end of the expansion tank. The pressure in these hot oil heating systems is limited and seldom require licensed operators.

Steam systems require a lot of maintenance. The traps, valves, condensate return pumps and expansion joints require constant attention. Thermal systems are safe and operate efficiently for years with minimum maintenance. As with all petroleum based products, thermal fluid does have a useful life span and can become fouled and degraded over time with very fine particles of carbon. Incorporation of a fine micron filter to remove these carbon particles can help to extend the useful life of the thermal fluid. It is recommended to implement regular fluid analysis testing to monitor the fluid condition.

Environment

High Temperature Valves

High Temperature Valves

In steam systems, the water is chemically treated to reduce corrosion. This chemically treated water cannot be discharged into sewers because of the hazardous chemicals and hot temperatures of the process water. Thermal fluid is easier to dispose of and can be combined with other used lubricants, sent to the local industrial oil recycler and reprocessed into useful products.

Temperature control
Steam systems rely on the control of pressure and temperature but as the system ages and corrosion takes a toll, it becomes more challenging to be able to control and maintain accurate and constant temperature that all manufacturing processes demand. Thermal fluid systems are known to provide efficient and uniform heating and they also have the ability to provide uniform cooling.

Overall purchase costs of steam systems are less than the purchase costs of thermal fluid systems. But the benefits of accurate temperature control, improved safety, reduced workforce costs and the overall economy of the thermal fluid systems makes them a practical and popular choice for many industries.