PT. Indira Dwi Mitra - Fabrikasi boiler dan thermal oil heater Indonesia

Hot Oil Boiler Kapal Laut

Thermal oil heater (heat transfer oil)

Thermal Oil Heater adalah pemanas dengan mempergunakan Thermal Oil Fluid sebagai media penghantar panas dan dapat bekerja sampai temperatur 50 s/d 350 derajat Celcius.
Berbeda dengan steam yang harus mempergunakan tekanan sampai 70 bar untuk pemakaian temperatur 285 derajat Celcius, Thermal Oil Heater bekerja hanya pada tekanan pompa sirkulasinya saja sehingga sangat aman dan alat-alat yang membutuhkan pemanasan tidak perlu dirancang dengan konstruksi yang khusus.
Umur kerja dari Thermal Oil Fluid yang dipergunakan umumnya lebih dari 10 s/d 15 tahun dan tidak diperlukan penambahan apapun selama tidak ada kebocoran pada pipa-pipa atau peralatan pemanas, dan selama itu tidak diperlukan pembersihan karena bagian dalam coil pemanas tidak berkerak seperti pada Steam Boiler.

Desain Thermal Oil Heater

 Pipa untuk Thermal Oil Heater berbentuk spiral, dengan tujuan agar permukan pipa yang terkena panas api dari burner di dalam  heater lebih banyak. sifat pipa yang di roll dan dirapatkan akan memebentuk semacam gelombang karena permukaan pipa, sehingga dapat menahan udara panas dari api burner. Sehingga oli didalam pipa yang dipanaskan akan lebih cepat dan udara panas tidak akan terbuang sia-sia karena gelombang tersebut. Gelombang ini menangkap api secara continue sepanjang api/udara panas melewatinya.

Coil pipa heater di buat 2 layer dengan celah terlentu di tiap lapisan, dan lapisan dalam dibuat dengan desain lebih renggang agar menjadi celah udara panas memasuki layer terluar, sehingga dapat masuk ke api balikan yang ke 3. Pada dasarnya, desain TOH dibuat seperti boiler steam, karena prinsipnya agar banyak permukaan yang dapat terkena api/gas panas dari burner. Sehingga di beentuklah desain flow gas fire menjadi 3 pass. Jika kurang dari itu, maka akan banyak energi/kalori yang terbuang sehingga membuat bahan bakar boros.Untuk desain luar, tidak ada bentuk spesifik yang menjadi pertimbangan yang significan, hanya berdasarkan kenyamanan pengoprasian saja. Misalnya posisi panel control lebih cenderung simple ditempelkan ke body oil heater, namun ada juga yang di simpan di support frame tersendiri agar lebih menghindari panas body oil heater. Untuk collecting tank, penempatan lebih diatur lebih tinggi dengan pertimbangan berat jenis pada batas permukaan.

Apakah keunggulan Thermal Oil Heater dibandingkan dengan Steam Boiler?

  • Bekerja pada temperatur tinggi dengan tekanan atmosferik
  • Temperatur control yang presisi
  • Tidak diperlukan water treatment dll bahan kimia yang memerlukan biaya tinggi
  • Tidak ada heat losses dari condensate dan blow down seperti pada steam boiler
  • Tidak ada korosi dan pengerakan pada bagian dalam Boiler
  • Biaya pemeliharaan yang sangat rendah
  • Operasional Full Automatic dan mudah sehingga tidak memerlukan operator khusus.

Adapun alat pendukung sistem penasa kapal

Expantion Tank 

  • Expantion Tank disini adalah: merupakan kombinasi dari Daerator tank, buffer tank dan expantion tank. Dengan kombinasi yang unik antara ketiga tanki ini maka lapisan paling atas dari oli yang berhubungan dengan udara akan selalu lebih  selalu lebih dingin sehinga peluang terjadinya oksidasi oli sangat berkurang
  • Expantion tank berfungsi untuk menampung pemuaian cairan pemanas, mebuang udara yang terkurung dalam istalasi dan mencegah kapitasi dalam pompa sirkulasi

Circulasi pump

  • Pompa sirkulasi berfungsi untuk mengalirkan cairan pemanas dalam instalsi.Ukuran serta kapasitas pompa disesuaikan dengan kapasitas yang dibutuhkan.
  • Kapasitas pompa menetukan bentuk aliran cairan pemanas didalam coil.aliran didalam thermal harus turbolent,hal ini berguna untuk menghindarkan kerusakan cairan pemanas dan coil dalam thermal oil heater
  • Pumpa sirkulasi yang kami gunakan mengunakan merk KSB dpat beroperasi hingga temperatur 350 deg C.

Safety Device

Digital temperatur controls,Flow control switch,Automatic burner contro,Chimney temperatur control,Pressure guage,Pilot lamp indocator,Alarm dan emergency stop.

Cara kerja thermal oil heater

  • Seluruh instalasi harus terisi cairan/oli pemanas hingga level control pada expantion tank.
  • Pompa sirkulasi akan mengalirkancairan pemanas dari expantion tank ke body thermal oil heater kemudian ditransfer keporses dan kembalilagi ke expantion tank.
  • Setelah aliran sirkulasi cairan oli stabil, burner akan menyala dan membakar coil didalam body thermal oil heater sehingga cairan pemanas menjadi panas dan panas tersebut di alirkan ke proses.
  • Setelah suhu yang diinginkan tercapai contoh 50 deg C maka secara otomatis burner akan mati dan akan menyala kembali setelah suhu menurun (contoh setpoin minimal temepratur 35 deg C  burner  outomatis akan menyala)

Dari hasil perhitungan yangpernah kamikerjakan pada kapal tanker Permata Sukses Kapasitas  thermal oil boiler sebesar 1000.000kcal/h. Sistem thermal oil  sirkulasi flow rate100 m3/jam untuk memnaskan Crude oil  5.000.000 ton dengan setpoin temperatur 35 deg C, loading  50  deg C ,ditempuh kurangl ebih 4 hari/ 96 jam.(rute perjalanan pertamina plaju palembang menuju pertamina pontianak.

Kegunaan thermal oil heater di kapal tanker

Aplikasi boiler di Kapal
Fungsi utama boiler di kapal adalah untuk menghasilkan sumber panas. Panas yang dihasilkan oleh  thermal oil heater sebagai  star up  pemanas bahan bakar kapal seperti fuel Heavy oil, dan Juga dapat digunakan sebagai proses  untuk menjaga temperatur setpoin
Bermutan: crude oil,crude palm oil,kondesat CPO dan lain lainnya.

PERBANDINGAN THERMAL OIL HEATER  VS  STEAM BOILER.

 

error: Content is protected !!