PT. Indira Dwi Mitra - Fabrikasi boiler dan thermal oil heater Indonesia

Jual Boiler Mesin Loundy

17 Feb

Jual Boiler Mesin Loundy

PT.INDIRA DWI MITRA SPESIALIS – BOILER – MESIN LOUNDRY

Di ruang cuci, apakah menggunakan ketel untuk pemanasan peralatan cuci ditentukan apakah perlu menggunakan uap. Saat ini, kecuali beberapa ruang cucian kecil, sekitar 90%  Loundry sudah dilengkapi dengan boiler. Karena sejumlah besar peralatan yang membutuhkan uap di Loundry , kapasitas uap dan suhu uap harus dipertimbangkan secara komprehensif, termasuk persyaratan untuk perlindungan lingkungan. Umumnya, bahan bakar yang tersedia untuk binatu meliputi listrik, minyak, gas, batu bara, biomassa. Dengan mempertimbangkan masalah biaya, efisiensi, dan lingkungan, bahan bakar minyak dan gas bumi banyak digunakan untuk boiler cuci. Boiler model  vertical water tube boiler  dapat menyesuaikan berdasarkan kebutuhan pelanggan.

Kegunaan  Boiler & Uap di Laundry

Di ruang cuci, ketel terutama digunakan untuk mencuci, mensterilkan dan menyetrika, dan digunakan dalam kombinasi dengan peralatan mencuci atau menyetrika. Di berbagai jenis ruang cuci, ada berbagai peralatan. Boiler Sitong bisa beradaptasi dengan segala jenis peralatan.

Jenis dan Spesifikasi Boiler Cocok untuk Laundry

 Kapasitas: 0,1 ~ 2 t / h

Bahan bakar: residu , solar, gas alam, gas elpiji, ca gkang sawit , biomass.

Water tube steam boiler  adalah boiler tipe vertikal dengan kapasitas uap kecil, efisiensinya sekitar 90 sd 95%, bisa menghasilkan uap dalam 3 ~ 5 menit. Ini adalah operasi otomatis penuh dan penghematan energi 20% dari boiler biasa, dan bisa menghemat biaya infrastruktur, energi, dan tenaga kerja.

Cara Memilih Boiler Tepat untuk Laundry

  1. Tentukan kapasitas boiler. Kapasitas boiler harus didasarkan pada Kurva Beban Heating atau Heat Balance Diagram, dan termasuk kehilangan panas pada jaringan pipa, panas yang digunakan sendiri dari ruang ketel, tersedia limbah panas bekas. Sementara, biasanya, sulit untuk mendapatkan Kurva Beban Pemanasan, beban pemanasan bisa didasarkan pada konsumsi termal maks per jam dalam produksi / pemanasan / domestik, kemudian ditentukan dengan menggunakan koefisien.
  2. Tentukan parameter pemanasan boiler, termasuk tekanan, suhu, dll.
  3. Tentukan efisiensi boiler. Untuk mendapatkan keuntungan bagi manajemen ekonomi, boiler harus memiliki efisiensi termal yang tinggi, dan output boiler, kuantitas dan kinerja lainnya harus disesuaikan dengan perubahan pemuatan panas.
  4. Sebaiknya pilih boiler dengan kapasitas atau peralatan pembakaran yang sama. Jika berbeda, batasan maksimalnya adalah dua model, untuk mengurangi masalah tata letak dan manajemen peralatan.

Mesin ini biasanya dioperasikan secara otomatis, akan tetapi masih banyak mesin-mesin lama yang dioperasikan secara manual. Didalam mesin ini akan terjadi suatu proses pembasahan dan penyabunan (aksi kimia) dan sekaligus proses bantingan yang disebabkan gerak putar dari drum mesin (aksi mekanik). Pada aksi mekanik ini pakaian akan diputar bolak-balik seolaholah dibanting dan gerakan berputar inipun memungkinkan air akan ikut berg erak menembus serat kain, sehingga kotoran akan lepas dari kain yang dicuci. Mesin cuci ini juga berfungsi sebagai mesin pembilas pada saat mencuci pakaian maupun mencuci pada cucian lainnya. Mesin ini dilengkapi dengan:

  1. Kran air dingin dan air panas untuk mencuci
  2. Kran steam yang dapat memanaskan cucian
  3. Timer/pengatur waktu
  4. Temperatur/pengatur panas
  5. Level/pengukur tinggi air dalam mesin
  6. Kran pembuangan air
  7. Pintu untuk memasukkan dan mengeluarkan cucian
  8. Kunci pemutar mesin

i. Kotak untuk memasukkan chemical / bahan pembersih untuk mencuci

Tumbler Machine

Tumbler: diperuntukkan lebih untuk mengeringkan towel / handuk. Alat ini beragam jenis dan kapasitasnya. Sumber pemanasnya pun beragam dati uap panas (steam) gas (api) atau listik heater. Bagian terpenting adalah filternya harus terjaga dari kotoran “lint” atau debu agar proses pemanasanya tetap optimal. Tumbler yang menggunakan sumber panas dari api (LPG) harus lebih waspada karena resiko lebih besar, jika api tidak terjaga bahkan membuat linen abu abu.

Rolling merupakan suatu proses deformasi dimana ketebalan dari benda kerja direduksi menggunakan daya tekan dan mnggunakan dua buah roll atau lebih. Roll berputar untuk menarik dan menekan secara silmultan benda kerja yang berada diantaranya.  Roll ini dapat bekerja secara bolak-balik (reversing) atau searah (nonreversing). Rooll yang searah selalu berputar pada arah yang sama dan benda kerja selalu dimasukkan dari sisi yang sama. Roll yang bekerja bolak-balik arah putar roll dapat dibalik, sehingga benda kerja bisa dimasukkan dari sisi yang lain.

Pressing machine

 Mesin Pelicin (Pressing Machine)

Mesin pelicin/press terdiri dari bermacam jenis atau fungsi, dan bisa kita bedakan sebagai berikut:

Mesin Press Panas (Garment Press):

1) Setrika biasa (Electric Iron)

 Setrikaan ini menggunakan daya listrik (element) sebagai sumber panasnya, dan  dioperasikan secara manual (dengan tangan).

2) Garment Press terdiri dari:

Collar & Cuff Press untuk melicinkan kerah dan pergelangan tangan kemeja panjang.

Mushroom Garment Press untuk melicinkan bagian dada punggung, pundak dan  tangan dari     pakaian.

Utility Garment Press untuk melicinkan celana bagian bawah.

Wool press terdiri dari, top pant press, mushroom press dan utility wool

Gembos machine

 Mesin yang digunakan untuk membentuk badan dari jas atau mesin yang dipakai untuk melicinkan jas dan sejenisnya.

 Checker/marker   

Mesin ini digunakan untuk memberi tanda (marker) pada semua cucian yang akan dicuci agar tidak tertukar antara pemilik yang satu dengan yang lain.

Dry cleaning machine

Mesin ini digunakan untuk mencuci pakaian yang mewah, seperti baju pesta atau jas dan bahan yang tidak tahan jika dicuci dengan air seperti wool, sutra dan bahan lain yang tipis. Media pencuci dari mesin ini adalah Solvent (Percloro Ethyline), solvent dapat dipakai berulang-ulang. Jika solvent sudah mulai kotor dapat disaring kembali dan digunakan kembali. Mesin ini dilengkapi dengan :

  1. Washer /pencuci
  2. Extractor/pemeras
  3. Dry tymbler/pengering
  4. Kran steam
  5. Air
  6. Angin
  7. Filter
  8. Button trap : perangkap kancing
  9. Still : alat suling untuk distilasi
  10. Muck coocker : Tempat untuk memasak solvent kotor
  11. Flow line : Pipa-pipa saluran
  12. Tombol otomatic dan manual
  13. Storage tank: tangki solvent

Steam

   Alat untuk melicinkan pakaian dengan menggunakan uap panas sebagai pemanasnya.

Mesin Pemeras (Extractor machine).

Mesin ini berfungsi sebagai mesin pemeras, pada proses pemerasan ini pakaian akan diputar dengan kecepatan tinggi, sehingga air yang membasahi pakaian akan tersedot keluar dan pakaian menjadi lembab. Jangka waktu proses pemerasan ini disesuaikan dengan jenis dan keadaan material yang diperas, makin tebal material pakaian tersebut maka waktu pemerasannyapun lebih lama. Mesin pemeras ada yang menjadi satu pada mesin cuci tetapi ada juga yg terpisah dari mesin cuci, mesin ini disebut extractor

machine. Mesin ini dilengkapi dengan :

  1. Saklar ON/OFF untuk menghidupkan dan mematikan mesin
  2. Rem, untuk menghentikan mesin, setelah selesai proses pemerasan
  3. Pintu masuk dan keluarnya cucia

Mesin Flat Work Ironer / Mangler.                                   

Mesin ini sering juga disebut dengan Roller, Ironer dan digunakan untuk mengepress bahan yang berbentuk lembaran, seperti sheet (sprei), pillow case (sarung bantal), taplak meja (table cloth), napkin (serbet) dll. Mesin ini dilengkapi dengan :

  1. Kran Steam
  2. Temperatur
  3. Pengatur kecepatan
  4. Tombol ON/OFF untuk menghidupkan dan mematikan mesin
  5. Dua pedal untuk merapatkan bantalan
  6. Dua pedal untuk merenggangkan bantalan
  7. Pengaman otomatis
  8. Silinder
  9. Padding
  10. Belt, Sabuk pengikat silinder

Mesin Penghilang Noda ( Spooting Board Machine )

Mesin ini digunakan untuk menghilangkan noda-noda pada pakaian dengan memakai berbagai jenis spot removal. Sistem kerja dari mesin dengan memakai steam, penghisap  dan angin penyemprot (kompresor). Spoting ini dilakukan sebelum pakaian dicuci, sehingga pada saat dicuci noda sudah tidak ada lagi. Alat ini dilengkapi dengan :

  1. Hand brush: sikat tangan dengan bahan nilon
  2. Chemical (Obat pembersih noda)
  3. Spatula, seperti pipa untuk merokok terbuat dari gading gajah, khusus dipakai sebagai alat pembersih noda pada cucian-cucian yang halus seperti wool, sutera dan cucian lain sejenis).

Setrikaan

Setrika adalah cara menghilangkan kerutan daripakaian  dengan alat yang dipanaskan. Alat yang biasanya digunakan untuk hal ini juga disebut “setrika”. Biasanya pakaian yang baru dicuci harus disetrika agar kembali mulus. Hal ini terjadi karena ketika molekul-molekul polimer dalam serat pakaian dipanaskan, serat-serat tersebut diluruskan karena beban dari setrika. Setelah dingin, pakaian mempertahankan bentuk lurus ini. Beberapa bahan pakaian perlu diberi air untuk melonggarkan ikatan antar molekul.

Roll Iron

Rolling merupakan suatu proses deformasi dimana ketebalan dari benda kerja direduksi menggunakan daya tekan dan mnggunakan dua buah roll atau lebih. Roll berputar untuk menarik dan menekan secara silmultan benda kerja yang berada diantaranya.  Roll ini dapat bekerja secara bolak-balik (reversing) atau searah (nonreversing). Rooll yang searah selalu berputar pada arah yang sama dan benda kerja selalu dimasukkan dari sisi yang sama. Roll yang bekerja bolak-balik arah putar roll dapat dibalik, sehingga benda kerja bisa dimasukkan dari sisi yang lain.

Akses link:

padding ironer jakarta,

Write a Reply or Comment

error: Content is protected !!