PT. Indira Dwi Mitra - Fabrikasi boiler dan thermal oil heater Indonesia

Perusahaan Pabrikasi Oil Heater

14 Apr

Perusahaan Pabrikasi Oil Heater

Pabrikasi Oil Heater

Dalam setiap pembuatan unit Oil Heater, banyak hal yang perlu diperhatikan agar dapat menghasilkan produk yang terbaik, sehingga harus melihat pertimbangan faktor optimalisasi dari segi kualitas, desain, performa dan yang paling penting adalah faktor safety. Untuk mencapai optimalisasi tersebut, maka setidaknya ada 7 hal penting pada tahap pabrikasi Thermal Oil heater, diantaranya adalah;

Menentukan Bahan/Material

Pada dasarnya, pemilihan material haruslah disesuaikan dengan kondisi unit yang akan dibuat. Dalam hal ini Thermal oil heater adalah pemanas dengan media oli sehingga material yang digunakan harus berdasarkan pertimbangan tertentu, seperti tahan panas pada derajat panas sesuai kapasitas performa kalori heater. Ketebalan yang harus disesuaikan. Pipa penghantar panas tidak perlu terlalu tebal dan tidak bisa juga terlalu tipis. Jika tebal, maka pemanasan akan terhambat pada pencapaian pertama, namun tebal nya pipa besi pun akan menyimpan kalori cukup lama jika burner dimatikan lebih walaupun tidak terlalu signifikan. Terlebih dari segi biaya pengerjaan, hanya akan menghamburkan biaya lebih.

Pipa yang sangat aman untuk digunakan adalah pipa yang tahan panas dan tahan tekanan, karena sifatnya lebih resistant terhadap pemuaian dan tekanan walaupun cenderung lebih tipis, karena memang pipa yang dirancang untuk tahan terrhadap panas tekanan. Pipa jenis ini cenderung lebih mahal, sesuai dengan keawetan dan ketahannannya. Selain pipa penghantar yang berupa coil, pemilihan ketebalan plat bodi juga tinggal disesuaikan saja, karena hanya menerima udara panas dari semburan api burner, dan hanya kontak udara panas balikan ke 3 dari 3 pass desain Thermal Oil Heater.

Selain pipa  dan plat body, bagian paling dominan dari body thermal oil adalah semen api, ini adalah semen khusus untuk bisa menahan panas pada suhu tinggi. Pengecoran di lakukan pada Thermal Oil Heater yang di desain horizontal, dan semen api di gunakan pada ujung body bagian belakang dan depan bagian dalam-terutama bagian belakang. Semen api berfungsi sebagai protektor dari semburan api/udara panas secara langsung dari burner. Bagaimanapun juga besi tidak akan tahan jika langsung tertembak api langsung secara lurus, hal yang akan terjadi adalah besi akan meleleh dan/hancur.

Desain Thermal Oil Heater

 
Pipa untuk Thermal Oil Heater berbentuk spiral, dengan tujuan agar permukan pipa yang terkena panas api dari burner di dalam  heater lebih banyak. sifat pipa yang di roll dan dirapatkan akan memebentuk semacam gelombang karena permukaan pipa, sehingga dapat menahan udara panas dari api burner. Sehingga oli didalam pipa yang dipanaskan akan lebih cepat dan udara panas tidak akan terbuang sia-sia karena gelombang tersebut. Gelombang ini menangkap api secara continue sepanjang api/udara panas melewatinya.

Coil pipa heater di buat 2 layer dengan celah terlentu di tiap lapisan, dan lapisan dalam dibuat dengan desain lebih renggang agar menjadi celah udara panas memasuki layer terluar, sehingga dapat masuk ke api balikan yang ke 3. Pada dasarnya, desain TOH dibuat seperti boiler steam, karena prinsipnya agar banyak permukaan yang dapat terkena api/gas panas dari burner. Sehingga di beentuklah desain flow gas fire menjadi 3 pass. Jika kurang dari itu, maka akan banyak energi/kalori yang terbuang sehingga membuat bahan bakar boros.

Untuk desain luar, tidak ada bentuk spesifik yang menjadi pertimbangan yang significan, hanya berdasarkan kenyamanan pengoprasian saja. Misalnya posisi panel control lebih cenderung simple ditempelkan ke body oil heater, namun ada juga yang di simpan di support frame tersendiri agar lebih menghindari panas body oil heater. Untuk collecting tank, penempatan lebih diatur lebih tinggi dengan pertimbangan berat jenis pada batas permukaan.

Write a Reply or Comment

error: Content is protected !!